Tulisan ini saya ambil dari tugas IAD (Ilmu Alamiah Dasar) yang hampir terlupakan. Karena terlalu konsen dengan makul lainnya, tugas ini hampir saja saya tinggalkan. Tapi, tidak karena saya langsung mengerjakannya setelah ingat kalau minggu ini tugas ini sudah harus dikumpulkan.
Empat peran manusia yang kompleks menurut kacamata saya memiliki keterkaitan satu sama lainnya karena manusia berada dalam satu kesatuan yang disebut ekosistem (lingkungan). Empat peran tersebut diantaranya:
- Manusia sebagai makhluk yang dominan secara ekologis dalam lingkungan
Kita ketahui bahwa manusia diciptakan dengan keistimewaan yang tidak dimiliki oleh makhluk hidup lainnya. Selain tubuh yang kompleks dan bisa menyesuaikan dengan kondisi yang bermacam-macam, manusia memiliki akal yang bisa berkembang. Di lingkungan yang cenderung berubah-ubah dan mengharuskan makhluk hidup ikut berubah, manusia menggunakan akalnya supaya dia tetap bertahan. Berbeda dengan makhluk hidup lainnya yang tidak barbisa menyesuaikan, manusia bisa menjadi dominan karena dia memiliki keinginan untuk survive (bertahan) yang disertai akal untuk menemukan cara untuk survive sehingga manusia cenderung dominan daripada makhluk hidup lainnya.
- Manusia sebagai Pengotor Lingkungan
Semakin kompleks kehidupan manusia, akan semakin banyak kebutuhan manusia. Seiring bertambahnya populasi manusia akan menyebabkan peningkatan kebutuhan terhadap suatu barang. Dan kita tahu hasil dari apa yang diperbuat manusia sebagian besar adalah sampah. Makanan, pakaian, kendaraaan dan lain-lain yang dipakai manusia, selebihnya hasil atau sisa dari penggunaan barang-barang tersebut adalah sampah. Dengan jumlah populasi manusia yang semakin bertambah, akan bertambah pula volume sampah yang tercipta. Di sini, manusia dikatakan sebagai makhluk pengotor lingkungan karena sebagian besar sampah atau kotoran itu berasal dari aktivitas manusia. Perlu adanya perubahan dari dalam diri manusia. Memang akan sangat sulit mengendalikan volume sampah yang tercipta, namun manusia juga harus cerdas dalam menggunakan akalnya untuk mengolah sampah dan memanage-nya sehingga tidak mengganggu lingkungan. Manusia juga tidak seharusnya mengutamakan kepentingan pribadinya, tapi kesehatan lingkungan juga harus diperhatikan karena lingkungan itu sendiri adalah tempat dimana manusia bisa melakukan aktivitasnya. Jika lingkungannya tidak sehat bagaimana dengan manusia itu sendiri?
- Manusia sebagai makhluk penyebab evolusi
Aktivitas manusia yang begitu beragam sehingga sebagai manusia tidak menyadari apa dampak yang akan ditimbulkan oleh aktivitasnya itu. banyak orang menggunakan plastik dan kemasan stirofoam yang sulit untuk diuraikan oleh dekomposer (bakteri pengurai) membuat tanah semakin kehilangan kesuburan dan mineralnya. Sehingga dalam jangka waktu panjang atau pendek, akan terjadi perubahan kandungan dalam tanah yang akan mengakibatkan perubahan-perubahan lainnya, seperti: perubahan tumbuhan yang menjadi tidak sesehat dulu, tidak lagi mengandung zat-zat mineral yang kaya akan nutrisi. Perubahan pada siklus air (hujan) yang membawa virus atau zat-zat beracun lainnya karena terkontaminasi oleh gas atau limbah pabrik misalnya. Hal-hal seperti itulah yang memungkinkan terjadi evolusi pada makhluk hidup lainnya. Makhluk hidup lain juga akan terpengaruh karena hidup dalam satu kesatuan ekosistem (walau terpaut jarak yang jauh) dan semuanya berawal dari manusia sehingga bisa dikatakan manusia sebagai makhluk penyebab evolusi.
- Manusia sebagi makhluk pengontrol lingkungan
Dari ketiga penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa manusia memiliki andil besar dan peran yang dominan dalam masalah lingkungan. Pertama, karena manusia memiliki akal yang hebat, maka dengan akal tersebut manusia harus bisa melakukan sesuatu untuk mengontrol sisi negatif dari manusia itu sendiri (yakni sebagai pengotor lingkungan). Lalu dengan kepedulian dan akal manusia, manusia menyeimbangkan dan mengontrol lingkungan. Karena manusia adalah makhluk yang dominan yang tingkah lakukan bisa menentukan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, manusia bertanggung jawab sebagai pengontrol lingkungan. Seperti halnya yang disebutkan dalam Al-qur’an bahwa manusia adalah khalifah (pemimpin) di muka bumi.
Nah, seperti itulah opini saya terhadap peran manusia sebagai makhluk yang memiliki andil besar dalam lingkungan. Sejauh ini, bumi semakin menampakkan bahwa keseimbangannya mulai rapuh. Semakin banyak tanda bahwa bumi tak lagi seindah dan sesehat dulu sebelum munculnya modernisasi teknologi. Teknologi tak bisa ditepis keberadaannya, selain sangat bermanfaat bagi manusia teknologi juga menghasilkan banyak peluang untuk memajukan negara. Namun sayangnya, perkembangan teknologi dan sains sekarang masih belum diikuti dengan perkembangan kepedulian manusia terhadap apa yang akan ditimbulkan di masa yang akan datang. Seperti yang sudah saya katakan tadi, banyak yang tidak menyadari bahwa apa yang dilakukan seseorang juga akan berpengaruh pada orang lain, walaupun itu di belahan benua lain. Dan bisa dimulai dari sekarang untuk lebih peduli dengan lingkungan dan berusaha sebaik mungkin agar apa yang kita lakukan akan membawa dampak positif untuk orang lain.












1 komentar:
kunjungan sob ..
mau bagi-bagi kalimat motivasi sob ..
"saya belajar menggunakan kata 'tidak mungkin' dengan sangat hati-hati."
kunjungan balik ya sob .. :)
Poskan Komentar